Gender pada konsep diri matematika, berpengaruhkah?

12/06/2015 09:55:00 PM Sefiana 0 Comments

Gender pada konsep diri matematika, berpengaruhkah?


Banyak studi yang dilakukan telah membuktikan bahwa perkembangan kognitif pada anak dipengaruhi oleh banyak factor yang sangat penting dalam kesuksesan belajar matematika, dari hasil penelitian tersebut penelitian yang dilakukan oleh Lee (2009) membuktikan selain factor dasar utama yaitu kemampuan kognitif, afektif dan motivasi anak ternyata konsep diri juga merupakan factor penting dalam pembangunan motivasi belajar anak dalam bidang studi matematika. Yang dimaksud dengan konsep diri disini adalah representasi mental dirisendiri terhadap suatu kemampuan dalam konteks akademik yang biasanya dibentuk dari pengalaman dan prestasi serta interaksi antar lingkungan.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Linberg (2013) saat anak berada pada tingkat sekolah dasar mereka mulai mengembangkan konsep dirinya dalam bidang akademik yang sesuai dengan motivasi, pemikiran dan perasaan pada subyek yang spesifik seperti matematika. Pada tahun pertama sekolah dasar penelitian ini mengunkap bahwa siswa menunjukan peningkatan positif terhadap konsep diri matematika dan pada tahun-tahun akhir sekolah dasar konsep diri matematika anak akan menjadi lebih stabil.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Herbert & Stipek (2005) diketahui bahwa konsep diri akademik pada anak laki-laki dan perempuan menunjukan perbedaan perkembangan. Di ranah verbal anak perempuan memiliki kecenderungan memiliki kemampuan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan anak laki-laki, namun diranah matematika lebih mudah didapat anak perempuan dengan konsep diri yang rendah. Eccles (1993) dalam penelitiannya menemukan bahwa anak perempuan telah mengindikasikan penurunan konsep diri matematikanya pada dua tahun pertama di sekolah dasar penelitian ini didukung oleh Marsh, Craven & Debus (1991)  yang menyatakan bahwa perbedaan konsep diri matematika banyak terjadi di sekolah dasar. Hal ini mungkin saja disebabkan karena pengalaman buruk orang-orang yang telah mempelajari matematika lalu disebarkan dan akhirnya membuat gambaran buruk mengenai matematika di dalam otak anak terutama anak perempuan. Oleh karena itu peran pendidik dan orang tua sangat diperlukan disini khususnya untuk anak perempuan. Karena jika dibiarkan hal ini akan berpengaruh pada prestasi anak. Meskipun dengan membaca artikel ini kita dapat mengetahui bahwa anak perempuan akan memiliki konsep diri matematika yang lebih rendah jika dibandingkan anak laki-laki, namun pengajaran untuk anak laki-laki tetap harus dipertimbangkan.



Daftar Pustaka

Eccles, J., Wigfield, A., Harold, R. D., & Blumenfeld, P. (1993). Age and Gender Differences in Children's Selfand
Lee, J. (2009). Universals and specifics of math self-concept, math self-efficacy, and math anxiety across 41 PISA 2003 participating countries. Learning and Individual Differences, 19(3), 355-365.
Linberg, sven. (2013). Gender Differences in Children’s Math Self-Concept in the First years of Elementary School. Canadian center of Science and Education : Canada
Herbert, J., & Stipek, D. T. (2005). The emergence of gender differences in children's perceptions of their academic competence. Applied Developmental Psychology, 26, 276-295. Task Perceptions during Elementary School. Child Development, 64, 830-847.

Marsh, H. W, Craven, R. G., & Debus, R. (1991). Self-Concepts of Young Children 5 to 8 Years of Age: Measurement and Multidimensional Structure. Journal of Educational Psychology, 83, 377-392.

You Might Also Like

0 comments: